Kursor

Kamis, 20 Februari 2025

Tentang Cerita

 Tentang Cerita


Semua orang punya cerita.. 

Tentang rumitnya perjalanan hidup

Dan dahsyatnya badai ujian dunia, 

Likuan terjal kerap kali mematahkan langkah. 


Jangan.. 

Jangan berlarut dalam kesunyian 

Yang membuatmu bagaikan burung dalam sangkar. 


Namun nyatanya.. 

Hingga kini segalanya masih

Terlewati. 


Kuncinya yaa.. 

Jalani saja.. 

Apapun itu

Semua ada porsinya dan

ALLAH Maha Tahu jika kamu mampu.. 


Leikha:)

Kamis, 06 Februari 2025

BILA NANTI

BILA NANTI

*******************************************

Nafsu mengayun, lambat laun,

di lorong pikiran; bayang-bayang

perasaan memudar

arus waktu menganga.


Bila nanti, kisah adalah udara,

cinta jadi daun kering

berdesir di lapang-lapang kosong

yang ditinggalkan para penyair.


waktu mencair—seperti lilin redup

mengalir ke jurang nasib,

takdir menggema hampa,

nasibnya meragukan doa.


Bila nanti, kisah adalah maya,

cinta menyelinap dalam sejuk mata

dan menggulung kesepian—

pengembaraan melilit derita sendiri.


Mimpi menguap, mengelupas dari kulitnya,

terurai dalam embus iman,

Takwa berdiri seperti patung

di jalan yang bersimpangan.


Bila nanti, kisah adalah kata,

cinta menggema sebagai makna

melebur dengan hening yang kudus,

mengukir hidup dalam renungan suci.



Rabu, 05 Februari 2025

Wahai Diri



Wahai diri,, tetaplah berpura pura buta.

Meskipun kamu melihat begitu banyak hal.


Dan tetaplah berpura pura tuli

Meskipun..

Kamu mendengar begitu banyak hal.


Menjadi baik atau buruk itu

Adalah..

Pilihan setiap orang.

Begitu juga menjadi orang jujur.

Tanpa penuh dengan kepalsuan.

Itu juga...

Hak setiap insan 


Tugas kita hanya perlu untuk percaya.

Perkara sikap baik buruknya orang lain.

Tulus tidaknya orang lain.

Biar itu menjadi urusan dia.

Dengan TUHANnya.


Leikha|

Selasa, 04 Februari 2025

Pesan Singkat Darimu

 


Pagi ini kamu menyapaku

Lewat pesan singakatmu di ponselku

Kamu kirimkan  satu kalimat untukku

Bahwa kamu rindu dan tak ingin jauh dariku


Segitu pentingnya aku bagimu

Hingga kamu tak rela melepas kepergianku


Melihat sikapmu itu

Akupun berjanji pada Tuhanku

Tuk tak pernah meninggalkanmu


Dalam syair singkatku

Ku luapkan semua rasaku

Sepenuhnya hadir untukmu

Sampai harus di pisahkan oleh waktu




04 Februari 2025

Laksita

Minggu, 02 Februari 2025

Kenangan


Ada yang hilang

Tak mungkin terulang

Cerita yang kan terus di kenang

Tertancap kuat dalam ingatan nan terus membayang


Di Gantar

Suara kita menggelegar

laksana petir yang menyambar

Di balik tembok tua yang memudar

Setiap sudutnya tetap terbayang

Menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan



Laksita

Sabtu, 01 Februari 2025

Jejak Kuat di Tepi Pantai



Di batas laut dan pasir yang bersentuhan,
Aku temukan jejak-jejak harapan.
Ombak yang datang silih berganti,
Mengajariku arti berdiri dan berani.

Mentari terbit, memancar keemasan,
Seolah berkata, "Kuatlah, jangan padam."
Aku berjalan, meninggalkan tanda,
Bahwa jiwa ini kokoh, tak mudah goyah.

Di atas karang, angin menyapa,
Membisikkan kisah tentang asa.
Seperti laut yang tak pernah menyerah,
Aku pun tegar, menghadapi arah.

Pasir memeluk kakiku dengan lembut,
Mengingatkan bahwa setiap jatuh adalah debut.
Bersama pantai, aku temukan kekuatan,
Dalam harmoni alam dan keyakinan.

Pantai ini bukan sekadar keindahan,
Tapi cerminan jiwa dalam perjalanan.
Di setiap langkah, aku ingin berkata,
Aku kuat, takkan runtuh oleh badai semata.


Sabtu, 11 Januari 2025

Novel Leikha dan Laksita part III


 


Lanjutan Part II

****************†**"**************************


Aku tak sanggup membangunkanmu leikha.
Tidurmu begitu lelap, ucap laksita.

Leikha..
Oh yaa..
Bagaimana kabarmu hari ini??
Semoga saja guratan gundah gulanamu cepat berakhir dengan kebahagian..

Kemudian leikha memandang kelangit langit,  sembari berkata :

Hmmm. Aku juga berharap seperti itu laksita.
Tak ingin aku terus bermuram durja di hantam gundah gulana.

Ingin tertawa lepas tanpa duka . Tapi apa hendak dikata, luka ini terlalu dalam dan menganga.

Jika hatiku terbuat dari batu, maka ia telah lama pecah. Dan jika ia terbuat dari baja, maka ia telah lama patah.

Tapi dari apa hati ini terbuat sehingga ia tetap kuat.

Leikha  menggapai jemari Laksita dan meletakkannya di dada.

Dengarkan Laksita. Dada ini seakan tak berdetak lagi. Aku seperti badan tanpa jiwa yang berjalan tanpa tau arah tujuan, ucap leikha.




Leikha.


Novel Leikha dan Laksita (part II)

 


Saat leikha terlelap, 

Laksita melantunkan syair.


" Biarlah matahari terbenam"

"Biarkan saja bintang memudar"

" Langit tinggi kan tetap membiru"


" Pelangi di balik bukit"

" Awan putih, angin semilir"

" Tetap kan ada"

" Menemanimu serta menghiburmu"


" Batu karang di lautan"

" Layar perahu nelayan"

" Ombak berderu memainkan perannya"


Lalu dia menatap wajah leikha

Tak terasa air matanya menetes.

Katanya pada leikha:


Duhai leikha..

Betapa berat jalan panjangmu

Aku melihat telapak kakimu yang berdarah bernanah

Tak cukupkah apa yang kamu terima.


Oh... leikha.

Yakin dan percayalah..

Aku akan selalu ada 

Menemanimu

Membimbing mu

Seraya menggandeng tanganmu


Kan ku tuntun dirimu

Sampai pada impianmu

Jika kelak aku tiada

Aku tak tau apa yang kan terjadi padamu


Aku tak tau pada siapa kamu akan mengadu

Pada siapa kamu akan cerita

Yang kutau pasti saat ini hanya aku tempatmu berbagi.


Laksita kembali melantunkan syairnya


"Cakrawala indah

Mata air pegunungan

Dingin malam

Segarkanlah leikha."


Bersambung...



Laksita

Jumat, 10 Januari 2025

Novel Leikha dan Laksita





Ada apa leikha..
Sepertinya kau sedang bermuram durja .
Keadaan seperti apa yang membuatmu sedimikian terluka.

Tidak Laksita..
Aku sedang baik baik saja
Tak ada yang perlu di khawatirkan
Semua berjalan seperti biasanya 

Ohh.leikha..
Jangan berdusta...
Dari raut dan langkah kakimu
Tersirat dengan jelas guratan gundah gulana
Bicaralah serta ceritalah ..
Aku akan jadi pendengar setiamu

Laksita..
Apa tidak mengapa...
Yah .. sejujurnya aku tidak baik baik saja..
Banyak batu kerikil di jalanan
Sedang batu menjulang tinggi jadi sandungan
Bolehkah aku bersandar di bahumu?

Leikha..
Lakukan saja sesuka hatimu.
Anggap saja aku tembok sandaran
Atau dipan peristirahatan 
Duduklah.
Kan ku lantunkan syair syair perjuangan..

Leikha terlelap dalam buaian
Bersama mimpi malam yang entah kapan jadi kenyataan..

Bersambung..



Laksita

Selasa, 07 Januari 2025

RAGA



RAGA

Bukan warna kulit yang membentuk dunia

Tetapi warna hati yang menyinarinya.

Bukan raga yang memahat cerita

Tapi jiwa yang memberi makna.



Orang menilai dari sekilas pandang

Namun nilai sejati lahir dari dalam

Jika isi menentukan aura

Maka kebaikan adalah lentera jiwa.



Dunia yang terikat rupa akan rapuh

Namun hati yang tulus akan teguh

Mari hiasi isi

Bukan sekadar bungkus

Karena kulit memudar

Isi tak pupus.





Leikha

Jumat, 03 Januari 2025

DIRANDRA


Dirandra... 

Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya.. 


Dirandra... 

Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah kedalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih mengganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri...


"leikha"



Rabu, 30 Oktober 2024

Syair pengembara

 



Cinta bagai misteri yang tak bisa di pahami. Ia datang begitu saja tanpa kita kejar dan kita cari. Cinta itu unik, ia menghampiri hati yang ia ingini.

Cinta itu punya daya tersendiri. Ia tak perlu di pupuk tak perlu di sirami. Ia akan tumbuh dengan sendirinya .

Cinta itu ahwal bukan maqam, begitu kata para sufi. Cinta itu anugrah dan pemberian. 

Adalah salah jika cinta di sandingkan dengan kata jodoh. Karena ia jauh berbeda.

Kita bisa berjodoh dengan orang yang tidak kita cinta . Dan sebaliknya, kita juga bisa mencintai dengan orang yang bukan jodoh kita .

Cinta tak harus memiliki, itu kata penyair. Karena cinta itu sifatnya ikhlas dan rela. Ia tak harus menjadi milikmu . Bisa saja cinta kita jatuh pada yang bukan milik kita .

Cinta itu tanpa syarat . Ia tulus dan suci tanpa harus ada tuntutan apa apa. Cinta bagai sinar matahari . Memberi tanpa pernah meminta imbalan.

Cinta itu buta. Ia tak memandangmu dengan mata. Ia bebas dari fisik dan materi. Sebab ia adalah rasa yang akan melihat menggunakan hati .

Cinta itu energi dan tenaga. Sebab cinta akan selalu memberi kekuatan dan dorongan yang kuat dari dalam. Cinta itu tak mengenal rasa sakit dan kecewa.

Cinta itu selalu benar dan selalu baik. Ia tak pernah salah. Jika satu ketika cinta membuatmu sakit dan kecewa, pada hakikatnya itu bukanlah cinta . Itu hanya keinginan dan nafsu belaka.

Adalah jauh dan berbeda antara cinta, sayang, nafsu dan keinginan. Jika cintamu terlapis nafsu dan keinginan, pada saat itulah seolah cinta akan begitu menyakitkan. Sebab keinginan dan nafsu akan menutup cinta .  Pada saat itulah cintamu telah mati, yang ada hanyalah keinginan.

Keinginan memiliki itulah yang sering kita  salah sebut sebagai cinta. Padahal sangat jauh bedanya . Cinta itu tak ingin memiliki .


Cinta itu abadi tak mengenal batas dan waktu.

Satu ketika cinta bersandar di hati. Ia mekar bagai mawar dan harum semerbak bagai bunga kesturi.  Merona dan mempesona bagai guratan cahaya matahari di senja hari. 


Duhai impian .

Kini kau telah pergi dan menjauh

Hilang lenyap bersama hembusan angin malam

Rembulan menepi ke peraduan

Sedangkan pungguk tetap dengan cinta dan harapan .

Bersamamu menjadi sebuah kenangan .

Senin, 28 Oktober 2024

Bergegas




Tak di sangka dan terduga

Belakangan ini panggilan itu datang juga

Malam termimpi membuatku terjaga

Lalu berfikir pertanda apakah kiranya.


Jika sudah dekat waktunya

Sudahlah..

Aku pasrah saja

Bukankah jalur hidup Sudah ada pengaturnya?


Kala panggilan datang pertama

Aku menolak untuk ikut segera

Tapi sepertinya  tugasku sudahlah purna

Ayo.. kita kembali saja.


Ku habiskan semua tenaga

Tuk memperbaiki dan luruskan semua yang aku bisa

Agar kiranya..

Semua harmoni kehidupan berjalan semestinya


Dalam perilaku misalnya

Aku juga bukan yang suci bak Nirmala

Bukan juga arogan laksana raja

Aku bertindak sebaik yang aku bisa

Itu saja


Damailah semesta

Bersama hiruk pikuk di dalamnya.

Aku kembali 

Ke peraduan yang sejatinya.

Jumat, 18 Oktober 2024

Bukankah?



Bukankah sudah pernah aku katakan

Bahwa jalan ke depan kan begitu berat dan banyak batu sandungan

kamu tetap mengiyakan seolah tak menghiraukan semua yang ku peringatkan 

Namu saat badai datang menghantam

Kamu pergi dengan senyum dan tanpa penyesalan


Kapal karam di tengah lautan

Bersama aku terjatuh tenggelam ke dasar dalam bersama kenangan...

Lembayung Senja



Sagara menapaki jalan terjal

Menaiki bukit

Menuruni jurang

Seolah tak akan ada peristirahatan 


Arunika tetaplah arunika

Namun cahayanya tak mampu menerangi 

Lembah suram yang berdebu bagai tak berpenghuni


Kicauan burung kenari di pucuk pohon di pinggir hutan

Seolah membawa pesan pesan kematian

Bahwa semua yang telah dilakukan adalah bentuk pelarian yang sia sia tak memberi arti yang dimpikan


Sagara telah mati

Begitu mungkin isi berita dalam koran semalam

Di seringi tepuk tangan raja seberang yang telah lama menanti hari yang demikian


Lembayung senja di pinggir hutan

Tetap memancarkan rona keindahan

Seraya menebar pesona nan anggun rupawan

Membuat mata terpejam terlelap dalam mimpi tak bertepian


Lembayung senja

Kamu begitu mengasikkan untuk di saksikan

Meski tak mungkin di gapai dan di dapatkan

Tapi biarlah demikian

Bukankah tak semua impian kan jadi kenyataan?


Lembayung senja menjauh ke pegunungan

Bersembunyi di balik pepohonan

Sementara Sagara telah jadi kenangan

Tertinggal di lembah suram nan memilukan .


Kamis, 17 Oktober 2024

Sagara dan Arunika



 Apa kabar arunika

Kunanti kabar di ujung jalan

Di bawah temaram lampu taman

Di atas kursi kayu

Menanti dengan mata tertutup sayu.


Kamu panggil aku Sagara

Tidak ..

Aku tak mungkin jadi Sagara

Seorang raja dalam sejarah India Pada zaman satyayuga


Aku tak setangguh Sagara

Aku lemah didepan dewa asmara

Tatkala panah menancap di dada

Niscaya aku kan jadi manusia setengah gila seperti Qais dan Layla


Arunika..

Aku ingin jadi sandyakala

Yang muncul saat hari senja

Memancarkan cahaya nirmala

Indah berkilau laksana emas nan Amerta


Kamu adalah arunika

Yang muncul dari balik pepohonan rindang di taman asmara

Menerangi, memberi kehangatan pada semesta raya

Menyejukkan jiwa

Memanjakan mata

Mengobati setiap luka yang ada..

Rabu, 16 Oktober 2024

MING YI



 Ming yi...

Dulu aku pernah mengagumimu

Memujamu

Hingga melenyapkan akan aku menjelma menjadi kamu.


Ming yi

Aku pernah meratukanmu

Mengharapakanmu

Menghadirkanmu dalam setiap bait bait doaku


Ming yi

Keadaan berubah kini

Aku di tinggal dan kamupun pergi

Dan mungkin tak akan pernah kembali lagi


Ming yi

Dalam doaku hari ini

Bahagialah menjalani hari hari

Senantiasa dekat dengan Ilahi

Temukanlah cinta sejati..


Ming yi

Lewat angin malam

Ku titipkan salam

Disaksikan semesta alam

Rindu ini tak pernah pudar bahkan semakin dalam


Sandyakala di ujung waktu

Menandakan detik kian berlalu

Menjauh dan terus bergerak maju

Sementara kenangan tetap akan tegak berdiri laksana batu..

Selasa, 15 Oktober 2024

ASMARALOKA

 


Tak ada yang lebih indah 

Dari hujan bulan Juni, katanya..

Tapi ini Oktober, jawabnya.


Tetesan hujan terus tercurah.

Membuat dedaunan menjadi lesu dan basah, menangislah.


Seekor kenari terdiam dia atas dahan jambu 

Terduduk sendiri merenung menanti matahari , gelisah.


Debu jalanan....

Nafas berat pilu resah. 

Hanyut terbawa arus air dari celah batu pualam di kebun anggur, lenyaplah..


Langit..

Tetap mendung gelap tanpa pancaran cahaya..

Menambah syahdu suana, antara iya ataukah merana, bersinarlah.


Hembusan angin ...

Menerpa jendela menggerakkan tirai tirai kusut berwarna jingga, terhempaslah.


Terlelap .

Terbawa mimpi menembus batas semesta menuju asmaraloka, abadilah..

Senin, 14 Oktober 2024

ARUNIKA


 

Arunika..

Kau begitu indah di pandang mata...

Kilauan cahayamu...

Laksana emas di balut permata .

Aku terpesona dan terkesima ..

Tak jemu aku tuk mengaguminya ...


Arunika..

Kau memancarkan suasana syahdu....

Menyusup hingga ke aliran darahku..

Menggetarkan relung sanubariku ...

Aku memujamu...


Arunika..

Sinari aku dengan cahayamu..

Obati sekian luka yang telah banyak ku terima ..

Menganga dan membekas tak pernah tersentuh oleh kalimat Tiada ..

Sakit dan pilu telahpun jadi pelanggan utama...

Seakan memaksaku tuk menyerah dan putus asa saja ..

Namun secercah harapan tetap ada.

Berharap semua akan indah pada akhirnya ...


Arunika...

Kini hadirmu begitu berarti kurasa ...

Laksana tetes embun bening di pinggir telaga ...


Arunika ..

Bolehkah aku melukismu, memilikimu ...

Indah cahyamu...

Kan abadi dalam ingatan, bersama penantian di negeri asmaraloka.....

Sabtu, 21 September 2024

AKHIR SEBUAH CERITA

 



"Sudah di pukul oleh kenyataan tapi tetap erat memeluk harapan."

   Begitulah tulisan ini kumulai. Aku yang telah menumpahkan segala rasa tapi di akhiri dengan kepedihan . Kepedihan yang mungkin tak akan pernah bisa di sembuhkan untuk selamanya. Dia akan tetap membekas laksana goresan pahat di dinding bebatuan. Akan tetap tergores tak pernah hilang di telan zaman.

   Luka ini akan tetap ada dan tak mungkin bisa sembuh dengan sempurna lagi. Walaupun akan ada obatnya, namun hanya akan mengobati sedikit luka saja.

   Penantian panjang ku untuk memiliki taman indah dan ceria, berakhir dengan tumbuhnya ilalang yang daunnya menyayat daging membuat luka.

   Aku tidak tau seperti apa kelak obat untuk luka ini. Apakah akan ada sebuah obat ajaib yang kan menutup luka atau hanya akan ada luka baru yang lebih menganga.

   Sayatan daun ilalang seakan berbisa laksana racun kobra yang menghentikan detak jantung . Menjalar ke sekujur tubuh melumpuhkan saraf membuatku mati rasa.

   Aku, aku yang di pukul kenyataan tapi tetap erat memegang harapan . Tetap berdiri tegak menanti sebuah keajaiban , barangkali akan ada obat penawar luka yang telah sekian kalinya terbuka dan menganga.


   Ya ilahi robby. Tunjukkan jalanmu, kuatkan aku, temani aku ,serta sembuhkan lah aku..

Amiin 

Tentang Cerita

 Tentang Cerita Semua orang punya cerita..  Tentang rumitnya perjalanan hidup Dan dahsyatnya badai ujian dunia,  Likuan terjal kerap kali me...